GAPKI Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah untuk Dukung Ketahanan Pangan dan Energi di Rakernas 2026

AGRICOM
Dok. Gapki/ GAPKI menegaskan industri sawit memiliki peran strategis dalam mendukung swasembada pangan dan energi nasional melalui kebijakan yang berkelanjutan, inklusif, dan berpihak pada kepentingan nasional.

AGRICOM, SOLO – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional yang berkelanjutan. Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GAPKI 2026 yang digelar di Solo pada 20–22 Mei 2026.

Ketua Umum GAPKI, Eddy Martono, mengatakan industri kelapa sawit nasional memiliki posisi strategis dalam mendukung program swasembada pangan dan energi yang tengah didorong pemerintah. Karena itu, dibutuhkan kerja sama yang semakin erat antara pelaku industri dan pemerintah melalui kebijakan yang adil dan berorientasi pada keberlanjutan.

Bacaan Lainnya

“Ini mencerminkan tekad bersama bahwa industri kelapa sawit Indonesia harus terus menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan nasional, baik untuk mendukung swasembada pangan maupun energi,” ujar Eddy Martono dalam keterangan yang diperoleh Agricom.id, Jumat (22/5/2026).

BACA JUGA: Himpun Dana Rp 75,85 Miliar, GAPKI Bersama Kementan Kerahkan Bantuan Untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

Rakernas tersebut turut dihadiri oleh Dida Gardera selaku Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, bersama jajaran dewan pembina, dewan pengawas, dewan pakar, serta perwakilan GAPKI dari berbagai wilayah di Indonesia.

Eddy menegaskan bahwa komitmen GAPKI tetap dijalankan dengan mengedepankan prinsip keberlanjutan dan keadilan bagi seluruh pelaku industri, termasuk petani sawit. Menurutnya, kebijakan yang konsisten dan berpihak pada kepentingan nasional akan menciptakan kepastian usaha sekaligus memperkuat daya saing industri sawit Indonesia di pasar global.

Ia menilai industri kelapa sawit Indonesia memiliki sejarah panjang, potensi besar, dan keunggulan kompetitif yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA: Mentan Amran Beri Apresiasi kepada GAPKI atas Dukungan Donasi Bencana Sumatera

Dalam kesempatan tersebut, Eddy berharap Rakernas GAPKI 2026 mampu menghasilkan program kerja yang kuat dan adaptif menghadapi tantangan industri ke depan yang semakin kompleks.

“Dengan pengalaman GAPKI selama 45 tahun, kita akan mampu menyusun program kerja yang handal dan mampu mendorong industri sawit Indonesia tumbuh secara berkelanjutan, inklusif dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara,” tegas Eddy.

Selain agenda rapat kerja nasional, kegiatan juga diawali dengan focus group discussion (FGD) yang membahas transformasi riset dan inovasi perkebunan sawit guna memperkuat ketahanan dan daya saing industri.

BACA JUGA: Update Harga Karet SGX Sicom Kamis (4/12): Turun Rp182/kg, Tertinggi Rp28.348/kg

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Ketua Bidang Riset GAPKI, perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, peneliti Pusat Penelitian Kelapa Sawit, serta Badan Karantina Indonesia.

FGD tersebut mengkaji berbagai strategi penguatan riset dan inovasi guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing industri kelapa sawit Indonesia di tengah dinamika pasar global dan tuntutan keberlanjutan. (T2)

Pos terkait