Himpun Dana Rp 75,85 Miliar, GAPKI Bersama Kementan Kerahkan Bantuan Untuk Korban Bencana di Aceh dan Sumatera

AGRICOM
GAPKI bersama Kementerian Pertanian menyalurkan bantuan logistik melalui ratusan truk untuk warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Foto: Agricom/Gapki

AGRICOM, JAKARTA — Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menggelar aksi GAPKI Peduli bekerja sama dengan Kementerian Pertanian untuk menyalurkan bantuan langsung kepada para korban bencana di sejumlah wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Solidaritas bukanlah seremoni, melainkan panggilan moral bangsa,” ujar Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat memimpin penggalangan donasi bagi korban bencana. Dalam waktu satu jam, kegiatan tersebut berhasil menghimpun sekitar Rp 75,85 miliar. Bantuan dalam bentuk barang langsung diberangkatkan pada Kamis (4/12) menggunakan 207 unit truk.

Bacaan Lainnya

Aksi kemanusiaan ini digelar menyusul curah hujan ekstrem akibat badai siklon tropis yang memicu banjir dan longsor di berbagai daerah.

BACA JUGA: 

Mentan Amran menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang berpartisipasi dalam penggalangan dana, termasuk partisipasi GAPKI.

“Semoga bantuan yang GAPKI kirimkan turut meringankan duka saudara-saudara kita yang menjadi korban bencana,” ujar Sekretaris Jenderal GAPKI, M. Hadi Sugeng yang turut mendampingi Mentan Amran melepas keberangkatan angkutan pembawa bantuan.

Dari serangkaian armada, bantuan GAPKI berupa makanan dan minuman diangkut melalui dua buah truk. Dari kantor Kementan, armada menuju pelabuhan Tanjung Priok untuk selanjutnya bergerak sampai ke lokasi-lokasi korban bencana.

Hadi Sugeng menyampaikan bahwa aksi Peduli GAPKI masih akan terus berlanjut. Selain mengirimkan bantuan melalui program Kementan, pengurus pusat GAPKI juga telah menginstruksikan pengurus-pengurus cabang di seluruh Indonesia untuk menggelar langkah kepedulian yang serupa.

Pengurus pusat GAPKI menyampaikan apresiasi kepada pengurus cabang, terutama cabang-cabang di Sumatera yang bergerak cepat mulai dari mendata korban, mendirikan posko dan tenda hingga langsung menerjukan tim dan mengirimkan bantuan di lapangan. (A3)

Pos terkait